Memaknai
Kehidupan
Kehidupan
adalah sesuatu yang patut disyukuri oleh setiap insan di dunia .
Tanpa sebuah kehidupan, tidak akan ada yang tahu bagaimana cara
berkembang dan bersosialisasi .
Kita
dilahirkan oleh ibu kita untuk hidup . Bukan hanya untuk hidup semata
, tapi juga mencapai tujuan hidup . Untuk apa kita hidup kalau tidak
ada tujuan ?
Mari
kita renungkan ini . Ibu kita yang susah payah membawa kita kemanapun
beliau pergi dan itu tidak sekedar satu atau dua jam tapi selama 9
bulan di dalam rahimnya . Saat itu, kita tidak mengetahui apa-apa .
Kita hanya tinggal menunggu untuk siap melihat dunia .
Tangisan
pertama kita mengawali lembaran kehidupan . Lembaran kehidupan yang
masih bersih dan suci , tak ada coretan ataupun noda .
Lembaran-lembaran itu siap untuk kita isi dengan segala hal .
Mata
ini telah dapat meliat indahnya dunia , dunia yang akan memberi kita
ilmu yang paling berharga , yakni kehidupan . Namun diantara
keindahan-keindahan itu , secara tidak langsung kita sudah
mendapatkan keindahan terbesar, yaitu senyum
ibu
.
Beliau
sudah berhasil menunaikan kewajibannya dengan melahirkan kita dengan
selamat . Namun, itu masih belum seberapa . Beliau masih harus
mendidik kita sebagai insan yang berbudi pekerti .
Kehidupan
yang Tuhan berikan kepada kita , sangat berarti banyak . Tidak
sepantasnya kita menyia-nyiakan kehidupan ini . Hanya karena sebuah
masalah kita memutuskan tali kehidupan yang sudah diusahakan oleh ibu
kita . Memilih mengakhiri kehidupan adalah suatu tindakan tidak patuh
kepada Tuhan , Ibu dan diri sendiri .
Lihatlah
! Banyak anak yang masih menginginkan kehidupan walaupun mereka sakit
dan umurnya tak panjang lagi . Namun , mereka masih mempunyai
semangat
untuk hidup dan berkarya .
Tidak
pantas pula kalau kita juga menyepelekan kehidupan yang sementara ini
.
Contoh
kecilnya kita tidak mau makan makanan yang ini itu . Tapi coba
menengoklah kepada saudara kita yang kelaparan . Bekerja susah payah
hanya untuk sesuap nasi . Kita harus bersyukur , kita mendapatkan
makanan yang layak . Sedangkan , banyak di antara saudara-saudara
kita yang makan nasi basi . Ini dilakukan untuk mengusir rasa lapar
yang merampas perut .
Contoh
lainnya adalah sikap yang tidak hemat . Misalnya saja , kita
menyalakan TV padahal kita tidak butuh hiburan . Itu adalah tindakan
pemborosan . Yang menanggung akibatnya ? Orang tua !
Orang
tua mencari uang dengan kerja yang susah payah . Tapi, kita malah
menghabiskan uang itu dengan mudahnya . Dengan berfoya – foya, beli
ini itu yang tiada gunanya .
Sikap
tidak jujur di lingkungan akademis juga masih sering terjadi .
Faktanya, sekarang banyak anak-anak yang tidak kapok untuk menyontek
. Hal ini sering terjadi di lingkup anak SD sampai SMA kelas 1 .
Mereka tidak sadar kalau nantinya mereka akan terjun sendiri dalam
kehidupan masyarakat . Tidak mungkin , kalau mereka terus bergantung
pada teman mereka . Sadarkah ? Dia juga sedang mempersiapkan diri
untuk ikut berpatisipasi dalam kehidupan bermasyarakat .
Namun,
berbeda pada saat mereka kelas 2 SMA yang sudah mewajibkan mereka
memilih jurusan untuk nantinya mereka jalani sesuai tujuannya .
Mereka sadar bahwa yang menentukan berhasil tidak atas dirinya adalah
dirinya sendiri . Mereka yang sudah terbiasa mencontek akan meras
kesulitan dalam menghadapi bidang yang mereka ambil . Ini dikarenakan
kebiasaan mereka mencontek sudah mendarah daging dalam dirinya . Jadi
, mulai detik ini cobalah untuk menghentikan kebiasaan yang merugikan
Anda .
Selalu
berusaha sendiri , selalu mencoba dan optimis lah yang menjadi kunci
sukses seseorang dalam kehidupannya .
Dan jangan lupakan tentang fokus pada tujuan awal ! Ingat ! Kita
hidup karena ada tujuan !


Tidak ada komentar:
Posting Komentar